Rabu, 01 Desember 2010

Wei Wu Shu

Wei
Cao Cao















Ia lahir di kota Qiao (sekarang di Haozhou, Anhui). Kitab sejarah Catatan Sejarah Tiga Negara mencatat bahwa salah satu leluhurnya, Cao Can adalah seorang pejabat kekaisaran di awal Dinasti Han.

Karier politiknya dimulai dengan ikut memadamkan Pemberontakan Serban Kuning yang mengancam legitimasi Dinasti Han di masa-masa akhir dinasti tersebut. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan tersebut, ia diberikan jabatan dan kemudian mengambil kesempatan tersebut untuk menguasai Prefektur Qingzhou. Ia kemudian memperkuat diri sendiri dengan membujuk bekas anggota pemberontak Serban Kuning untuk bergabung di dalam tentara pribadinya.
Tahun 196, ia menerima dan memberikan perlindungan kepada Kaisar Han Xiandi yang pada saat itu mendapat ancaman. Namun kemudian malah menyandera kaisar dan meminjam kesempatan ini untuk menaklukkan beberapa jenderal perang di sekitar wilayah Xuchang yang merupakan pusat kekuatannya.
Kemenangan terbesarnya adalah Pertempuran Guandu menaklukkan Yuan Shao yang pada saat itu merupakan jenderal perang terbesar di wilayah utara Tiongkok. Setelah penaklukan itu, ia resmi menjadi perdana menteri dan berhasil mempersatukan Tiongkok utara.
Setelah menggapai kedudukan sebagai perdana menteri, Cao Cao kemudian menyusun kekuatan untuk invasi ke Tiongkok selatan yang waktu itu dikuasai oleh Liu Bei dan Sun Quan. Pertempuran Chibi adalah pertempuran di antara Cao Cao melawan aliansi Liu Bei dan Sun Quan. Cao Cao kalah telak dalam peperangan terkenal sepanjang sejarah Tiongkok ini.
Ia memaklumatkan diri sebagai Raja Wei. Sepeninggalnya, anaknya Cao Pi kemudian memaklumatkan diri sebagai Kaisar Wei dan sekaligus berdirinya negara Cao Wei. Selanjutnya, Cao Cao diangkat statusnya menjadi Kaisar Wei Wudi.

Cao pi
Cao Pi
Cao Pi Tang.jpg
Lukisan Cao Pi bersama beberapa menteri yang dilukis oleh Yan Liben (600-673) pada abad ke-7 di era Dinasti Tang.
Penguasa dan Pendiri Cao Wei
Lahir 187
Wafat 29 Juni 226
Pendahulu Cao Cao
Penerus Cao Rui
Nama
Hanzi sederhana 曹丕
Hanzi tradisional 曹丕
Pinyin Cáo Pī
Wade-Giles Tsao P`i
Nama kehormatan Zihuan (子桓)
Nama anumerta
Penguasa Wen dari (Cao) Wei (曹魏文帝)
  • Wen -literary meaning: "civil"
Nama kuil Gaozu (高祖, gāozǔ) 


Cáo Pī (曹丕, 187 - 226), yang secara formal dikenal sebagai Kaisar Wen dari (Cao) Wei (曹魏文帝), atau juga dikenal dengan nama Zihuan (子桓), lahir di Distrik Qiao, Wilayah Pei (sekarang dikenal dengan daerah Bozhou, Anhui). Dia adalah anak kedua dari politisi dan pengarang Tiongkok pada zaman Tiga Kerajaan yang terkenal, Cao Cao, dan juga pencetus pertama kekaisaran Tiongkok bersatu dan juga pendiri asli "Kerajaan Wei") (lihat Kisah Tiga Negara).

Cao Rui


Cao Rui (ch: 曹叡, py: cáo rùi, wg: Ts'ao-Jui) (205-239) adalah anak dari Cao Pi dan kaisar kedua dari negara Cao Wei pada Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Dia juga dikenal dengan sebutan Kaisar Ming dari Wei dan juga sebutan Yuangzhong. Cao Rui dikenal sebagai kaisar yang mempunyai pemikiran strategi perang yang bagus dan bijaksana dalam memberi pangkat kepada pejabat yang cakap. Tetapi dia juga memiliki kekurangan seperti banyak menghabiskan harta untuk proyek pembangunan seperti istana dan juga memiliki selir yang banyak (yang berjumlah ribuan) yang menyebabkan kas dan harta negara terkuras habis.

Cao Ren
Cao Ren (168 – 223) adalah jendral militer yang bekerja dibawah panglima perang Cao Cao selama Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Cao Ren memainkan peranan penting pada perang-perang sipil di Tiongkok yang menyebabkan keruntuhan Dinasti Han Timur dan pembentukan kerajaan Wei.

Wu

Sun Jian



Sun Jian (Hanzi: 孫堅) (155-191) adalah seorang jendral dan panglima kecil yang terkenal, semasa Dinasti Han Timur akhir. Ia bernama lengkap Sun Wentai, lahir di Fuchun, Kabupaten Wu.
Karier politiknya diawali dengan membasmi bandit-bandit yang saat itu merajalela di wilayah Huiji dan Qiantang. Berjasa dalam pemadaman Pemberontakan Serban Kuning di daerah tersebut, ia kemudian diberikan jabatan yang memperluas kesempatannya untuk memperkuat diri sendiri di daerah Changsha.
Sewaktu para jenderal perang membentuk aliansi bersama menggulingkan sang perdana menteri zalim, Dong Zhuo, Sun Jian juga turut serta menyumbangkan prajurit dan menyumbangkan ide strategi, saat itu (190 M) Sun Jian beraliansi dengan Yuan Shu. Tentaranya berhasil membunuh Jenderal Hua Xiong, seorang jendral andalan Dong Zhuo (dalam novel Kisah Tiga Negara, dikatakan bahwa Hua Xiong dibunuh oleh Guan Yu, bukan oleh bawahan Sun Jian).
Setelah aliansi bersama dibubarkan, China jatuh ke dalam peperangan masal antara para panglima perang. Tahun 191 M, Sun Jian gugur dalam pertempuran sewaktu menyerang Liu Biao. Sun Jian terkena panah beracun sewaktu mengejar Jenderal Huang Zu. Ia kemudian digantikan oleh anaknya, Sun Ce yang juga seorang pemimpin yang cakap dan garang, namun seperti ayahnya juga mati di usia muda.

Sun  Ce


Awal Kehidupan

Lahir tahun 175, Sun Ce merupakan anak tertua dari 5 anak laki-laki Sun Jian. Sewaktu Sun Jian berkuasa di chang sa, Sun Ce bertemu dengan Zhou Yu, mereka belajar bersama dan bersahabat karib, hingga akhirnya bersumpah saudara.
Tahun 192, Sun Jian diminta oleh Yuan Shu untuk menyerang Liu Biao di daerah Jing. Sun Ce mengikuti perang ini, ini merupakan perang pertama Sun Ce yang saat itu berusia 17 tahun. Sungguh sangat disayangkan Sun Jian wafat di perang ini karena taktik Huang Zu. Sun Ce membawa jasad ayahnya ke Qu'E untuk dimakamkan. Setelah ini Sun Ce menjadi kepala keluarga Sun, dan dia memilih untuk mengabdi kepada Yuan Shu.

[sunting] Little Conquerror

Yuan Shu memperlakukan dan menyayangi Sun Ce dengan sangat baik, ia berharap Sun Ce adalah ankanya. Tapi biarpun dia sayang, dia juga takut terhadap Sun Ce, sehingga Sun Ce tidak pernah memegang posisi penting. Ini berlangsung sampai tahun 194, Lu Fan salah satu mantan anak buah Sun Jian mengusulkan kepada Sun Ce untuk menukar cap kerajaan warisan ayahnya (Sun Jian menemukannyadi Luo Yang setelah peperangan di Gerbang Hu Lao) dengan prajurit. Sun Ce setuju dengan rencana ini, akhirnya Yuan Shu memberikan 3000 prajurit, dan Sun Ce pun berangkat ke daerah Wu bersama mantan anak buah Sun Jian, Cheng Pu, Huang Gai dan Han Dang.
Setelah menyebrangi sungai YangTze, Sun Ce bertemu dengan saudara angkatnya Zhou Yu, akhirnya Zhou Yu pun bergabung dengan Sun Ce sebagai ahli strategi. Zhou Yu mengusulkan untuk merekrut 2 orang pintar yaitu Zhang Zhao dan Zhang Hong, maka Sun Ce pun pergi ke kediaman mereka, hasilnya kedua orang itu setuju untuk bergabung. Bergabung juga dengan pasukan Sun Ce 2 orang bajak laut, Zhou Tai dan Jiang Qin. Setelah pasukannya bertambah banyak Sun Ce pun langsung menyerang Liu Yong, Yan Baihu, dan Wang Lang. Dan berhasil menduduki kota Mo Ling (kemudian hari diganti menjadi Jian Ye oleh Sun Ce), Wu dan Hui Ji. Dalam perang ini Sun Ce sempat berduel dengan seorang jendral pasukan Liu Yong, Taishi Ci, pertarungan berakhir seri. Setelah Liu Yong menyerah Taishi Ci bergabung dengan Sun Ce. Karena keberhasilan dalam waktu yang sangat singkat ini, Sun Ce mendapat julukan "Little Conquerror".
Tahun 195, Yuan Shu yang menerima cap kekaisaran dari Sun Ce mengangkat dirinya menjadi kaisar dan kerajannya disebut Dinasti Cheng. Mendengar berita ini Sun Ce langsung memutuskan hubungan dengan Yuan Shu dan bergabung dangan Cao Cao, Lu Bu dan Liu Bei dalam aliansi menumpas Yuan Shu. Tahun 199 Yuan Shu wafat karena sakit, Yuan Yin saudara Yuan Shu menyerahkan kota Souchun ke Cao Cao dan pergi Huancheng untuk berlindung di wilayah kekuasaan Liu Xun tersebut. Karena kekurangan suplai Liu Xun memerintahkan untuk menyerang Haiun. Sun Ce sedang dalam perjalanan untu menyerang Huang Zu di Xia Kou ketika mendengar berita ini, dia langsung merubah arah dan menyerang Huangcheng. Sun Ce berhasil menangkap 30000 orang mantan pasukan Yuan Shu. Liu Xun langsung balik ke Huancheng untuk menyerang Sun Ce dengan bantuan Huang Zu, tapi semua berhasil dikalahkan oleh Sun Ce.
Dengan kemenangan ini Sun Ce hampir menguasai seluruh wilayah selatan cina, dan menjadi orang ketiga terkuat di cina setelah Yuan Shao dan Cao Cao pada usia yang sangat muda, belum mencapai 25 tahun.

[sunting] Kematian

Tahun 199, Sun Ce berhasil menumpas pemberontakan Xu Gong. Anak buah Xu Gong berniat balas dendam tetapi menunggu waktu yang tepat.
Tahun 200 Cao Cao berperang melawan Yuan Shao dalam Battle of Guan Du, sehingga penjagaan di ibukota Cao Cao, Xu Chang menjadi lemah. Sun Ce yang mendengar berita ini langsung memutuskan untuk menyerang Xu Chang dengan alasan meyelamatkan kaisar. Pada saat persiapan perang, Sun Ce pergi berburu sendirian, disana ia dikepung oleh 3 orang mantan anak buah Xu Gong, biarpun berhasil selamat Sun Ce terluka parah dan akhirnya meninggal. Sebelum meninggal Sun Ce sempat berkata kepada Sun Quan "urusan dalam negeri diskusikan dengan Zhang Zhao, dan urusan luar negeri dengan Zhou Yu".
Setelah Sun Ce gugur, Klan Wu dipimpin oleh Sun Quan adik Sun Ce dengan batuan Zhou Yu dan Zhang Zhao. Sun Quan mendirikan kerajaan Wu dan ia berhasil memperbesar kekuasaannya hingga menjadi 1 diantara 3 kerajaan besar di China pada masa tiga negara. Sun Quan kemudian mengangkat dirinya sendiri sebagai Kaisar Wu yang pertama pada tahun 229 M, dengan bergelar Kaisar Wulie. Sun Ce sendiri diberi gelar Pangeran Huan.

Sun Quan













Sun Quan (Hanzi:孫權)(182-252), putera kedua dari Sun Jian adalah pendiri negara Dong Wu (Wu Timur) pada Zaman Tiga Negara di Tiongkok. Dia memerintah sebagai raja Wu dari tahun 220 sampai 222, kemudian naik tahta sebagai kaisar Wu dari tahun 222 sampai 252.
Sun Quan menghabiskan masa kecilnya di kota kelahirannya, Fuchun. Sejak ayahnya (Sun Jian) meninggal pada tahun 191, dia berpindah dari kota ke kota di daerah bawah sungai Yangtze. Kakaknya, Sun Ce mendirikan negara bagian yang terbentuk dari beberapa daerah kecil di sekitarnya. Pada tahun 200, sejak Sun Ce terbunuh, Sun Quan yang baru berumur 18 tahun mewarisi wilayah di daerah tenggara sungai Yangtze. Dalam pemerintahannya yang cukup aman dan stabil, Sun Quan dibantu oleh beberapa bekas pejabat Sun Ce, seperti Zhou Yu,Zhang Zhao,Zhang Hong dan Cheng Pu. Selama beberapa tahun, Sun Quan mampu membangun angkatan perang yang kuat dengan bantuan para perwiranya sehingga pada tahun 207, pasukannya mampu mengalahkan Huang Zu, perwira dari Liu Biao yang menguasai sungai Yangtze bagian tengah.
Pada musim dingin tahun 207, Cao Cao memimpin sekitar 200.000 tentara untuk menguasai wilayah Selatan sebagai bagian dari rencana penyatuan seluruh Tiongkok. Di satu pihak, Zhang Zhao sebagai penasehat urusan dalam negeri Wu menyarankan untuk menyerah, sedangkan di lain pihak, Zhou Yu dan Lu Su menyarankan untuk melawan. Akhirnya Sun Quan memilih untuk mengusung bendera perang. Bersama Liu Bei yang saat itu berstatus pengungsi di negerinya, Sun Quan menggabungkan 2 ahli strategi terbesar, Zhuge Liang dan Zhou Yu, dibantu oleh siasat jebakan Huang Gai, Kan Ze dan Pang Tong untuk menghancurkan seluruh bala tentara Cao Cao pada Pertempuran Chibi.

Shu

Liu Bei








Liu Bei (Hanzi: 劉備) (161-223) adalah seorang tokoh terkenal di Zaman Tiga Negara. Ia lahir di Kabupaten Zhuo (sekarang di wilayah provinsi Hebei), merupakan keturunan dari Liu Sheng, Raja Jing di Zhongshan yang merupakan anak dari Kaisar Jing dari Han. Dihitung-hitung, ia masih paman dari Kaisar Xian dari Han yang memerintah waktu itu. Ia bernama lengkap Liu Xuande. Ia juga dikenal di kalangan Tionghoa Indonesia dengan nama Lau Pi yang merupakan lafal dialek Hokkian.
Karier politiknya dimulai dengan pemberantasan pemberontak Serban Kuning di akhir zaman Dinasti Han yang mengancam legitimasi dinasti tersebut bersama dengan 2 saudara angkatnya, Guan Yu dan Zhang Fei. Setelah berjasa atas pemadaman pemberontakan tadi, ia diberikan jabatan kecil sebagai penjabat bupati di sebuah kabupaten kecil di daerah Anxi.
Pada awalnya, karier politiknya sangat tidak mulus. Tidak punya wilayah sendiri untuk menyusun kekuatan, ia bahkan sempat mencari perlindungan dan menjadi bawahan daripada kekuatan-kekuatan lainnya di masa tersebut misalnya Tao Qian, Yuan Shao, Lu Bu, Cao Cao, Liu Biao dan terakhir Liu Zhang yang kemudian menyerahkan Prefektur Yizhou kepadanya sebagai tempat menyusun kekuatan.
Keberhasilannya di kemudian hari adalah karena muncul orang-orang di sekelilingnya yang membantu dalam banyak hal, seperti Zhuge Liang dan Pang Tong di bidang sipil, strategi dan politik; Guan Yu, Zhang Fei, Ma Chao, Huang Zhong dan Zhao Yun di bidang militer.
Setelah menguasai Prefektur Yizhou dan Hanzhong, ia kemudian memaklumatkan diri sebagai Raja Hanzhong. Tahun 221, setahun setelah Cao Pi memaklumatkan diri sebagai kaisar, Liu Bei juga memaklumatkan diri sebagai Kaisar Han Liedi, mendirikan Negara Shu Han yang mengklaim legitimasi sebagai penerus Dinasti Han yang resmi telah tidak ada setelah proklamasi Negara Cao Wei.
Sepeninggalnya, ia digantikan oleh anaknya Liu Chan yang tidak cakap memerintah. Seluruh urusan pemerintahan pada saat itu dibebankan kepada Zhuge Liang sebagai perdana menteri.

[sunting] Biografi sejarah

Liu Bei adalah keturunan dari pangeran Sheng dari Zhongshan, cucu buyut dari kaisar keempat Han, Jing. Liu Bei hidup dalam kemiskinan semasa mudanya. Ayahnya telah meninggal dan ibunya bekerja sebagai penenun dan penjual sandal jerami. Pada umur 15 tahun, Liu Bei bersama rekannya, Gongsun Zan berguru pada Lu Zhi.
Pada masa Pemberontakan Serban Kuning, dia terpilih menjadi Pegawai Pengadilan di kabupaten Anxi.
Liu Bei memulai karier militernya di bawah komandan utama,He Jin dalam perwalian Gongsun Zan sebagai Komandan Pasukan Cadangan dan bupati Ping Yuan.
Ketika Cao Cao menyerang kota Xu Zhou milik Tao Qian, Liu Bei membawa pasukannya untuk melindungi sang Pelindung Kekaisaran. Pada tahun 196, Liu Bei direkomendasikan untuk menjabat sebagai Jendral Penjaga Wilayah Timur dan diberi gelar Penguasa Yicheng.
Selanjutnya Liu Bei membantu Cao Cao dalam penangkapan Lu Bu dan dipromosikan menjadi Jendral Pasukan Kiri. Saat ini, kaisar Xian mengetahui adanya hubungan keluarga antara Liu Bei dan pangeran Zhongshan sehingga ia menganugerahi Liu Bei gelar "Paman Kaisar".
Antara tahun 198 - 199, Liu Bei tidak disenangi Cao Cao karena mendukung rencana pembunuhannya. Liu Bei pindah ke Xia Pi,dan pada tahun 200, meminta perlindungan Yuan Shao.
Setelah bertemu kembali dengan saudara angkatnya, Zhang Fei dan Guan Yu, Liu Bei meninggalkan Yuan Shao untuk menjumpai Liu Biao di Jingzhou. Cao Cao mengejar Liu Bei yang akhirnya melepas pos pertahanannya di Fancheng dan mengungsi ke Xia Kou. Selanjutnya Liu Bei bersekutu dengan Sun Quan untuk mengalahkan Cao Cao. Setelah kemenangan mutlak di Pertempuran Chibi, Liu Bei sukses menempati daerah selatan Jing saat Zhou Yu menghancurkan angkatan perang Cao Cao.
Setelah wafatnya Liu Biao dan putranya Liu Qi, Liu Bei menempati beberapa kabupaten di provinsi Jing. Ia kemudian menikahi adik Sun Quan dan resmi menjadi Pelindung Jingzhou.
Pada tahun 211, ia berangkat ke Yizhou sambil berpura-pura membantu Liu Zhang mengalahkan Zhang Lu. Saat ini, Liu Bei menerima dua rekomendasi untuk menempati posisi Menhankam dan Panglima Distrik Ibukota. 3 tahun kemudian, Liu Bei berbalik melawan Liu Zhang dan menguasai Cheng Du dan seluruh wilayah barat. Ia menjabat sebagai Pelindung Yizhou dan pada tahun 219, ia mengangkat dirinya sebagai Raja Hanzhong.
Setelah melewati beberapa peperangan dengan Dong Wu dan Cao Wei, atas desakan Zhuge Liang, Liu Bei mengumumkan dirinya sebagai Kaisar pada bulan April tahun 221. Perang terakhirnya adalah melawan negeri Dong Wu sebagai aksi balas dendam setelah ekspedisi Wu yang mengakibatkan terbunuhnya Guan Yu. Liu Bei dikalahkan oleh Lu Xun, jendral dari Sun Quan di Yiling. Liu Bei menetap di Bai Di Cheng pasca kekalahan tersebut. Pada bulan April tahun 223, Liu Bei meninggal karena sakit dan dimakamkan di Hui Ling. Ia diberi gelar anumerta "Raja Zhao Di" (Shu Han Zhao Lie Di).

Liu Chan
Liu Shan (umumnya alah diucapkan sebagai Liu Chan), Hanzi: 劉禪, adalah anak dari Liu Bei, pendiri negara Shu Han di Zaman Tiga Negara. Liu Chan terkenal tidak cakap memerintah yang akhirnya membawa negaranya ke ambang keruntuhan.
Ketika bala tentara Wei akan menyerang ke Shu, Liu Chan dengan mudahnya terpengaruh oleh kasimnya yang bernama Zhao Gai untuk menyerah tanpa syarat, padahal masih ada kemungkinan Shu untuk memenangkan pertarungan dengan Wei karena jenderal Shu, Jiang Wei telah bersiap-siap mengirim bala bantuannya ke Cheng Du.sehingga negara shu han jatuh ke tangan negara cao wei dengan mudah. karena ketidak cakapannya dalam memerintah juga terjadi banyak pemberontakan. salah satunya adalah pemberontakan di daerah nanman yang berpusat di yu nan dan dipimpin oleh meng huo. ontungnya pemberontakan ini dapat diredam oleh zhuge liang. dalam pemerintahan liu chan kebanyakan adalah hasil buah fikiran dari perdana mentrinya zhuge liang.

Pengetahuan Sejarah Dewa-Dewa Mythologi

Zeus











Zeus (Yunani: Ζεύς) atau Dias (Δίας) adalah raja para dewa dalam mitologi Yunani.[1] Dalam Theogonia karya Hesiod, Zeus disebut sebagai "Ayah para Dewa dan manusia". Zeus tinggal di Gunung Olimpus. Zeus adalah dewa langit dan petir. Simbolnya adalah petir, elang, banteng, dan pohon ek. Zeus sering digambarkan oleh seniman Yunani dalam posisi berdiri dengan tangan memegang petir atau duduk di tahtanya. Zeus juga dikenal di Romawi Kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.
Zeus adalah anak dari Kronus dan Rhea, dan yang termuda di antara saudara-saudaranya. Zeus menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi Dewi Penikahan. Zeus terkenal karena hubungannya dengan banyak wanita dan memiliki banyak anak. Anak-anaknya antara lain Athena, Apollo dan Artemis, Hermes, Ares, Hebe, Hefaistos, Persefon, Dionisos, Perseus, Herakles, Helen, Minos, dan Muse.[2]
Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi Dewa Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa Alam Kematian. Pendapat lain mengatakan bahwa pembagian tersebut dilakukan berdasarkan undian yang dilakukan tiga dewa tersebut.
Zeus dikaitkan dengan dengan dewa Jupiter dari mitologi Romawi, dewa Amun dari mitologi Mesir, dewa Tinia dari mitologi Etruska, dan dewa Indra dari mitologi Hindu. Zeus, bersama Dionisos, dihubungkan dengan dewa Sabazios dari Frigia, yang dikenal sebagai Sabazius di Romawi.

Kelahiran

Kronus memperoleh beberapa anak dari istrinya, Rhea, yaitu Hestia, Demeter, Hera, Hades, dan Poseidon. Tetapi Kronus menelan semua anak-anaknya begitu mereka lahir karena Kronus takut pada ramalan bahwa kekuasaannya akan digulingkan oleh keturunannya seperti dia merebut kekuasaan dari ayahnya (Uranus). Namun ketika Zeus lahir, Rhea menyembunyikannya di Kreta agar tidak ditelan Kronus. Rhea memberikan sebuah batu terbungkus kain pada Kronus dan mengatakan bahwa itu adalah anaknya. Kronus mempercayai Rhea dan menelan batu yang dia kira anaknya tersebut.


Poseidon











Nama Poseidon secara jelas berakar dari Yunani yaitu pósis "raja, suami" dengan unsur -don, kemungkinan dari dea, "dewi". Menurut lembaran tanah liat Linear B, nama PO-SE-DA-WO-NE ("Poseidon") muncul lebih sering daripada DI-U-JA ("Zeus"). Bentuk femininnya, PO-SE-DE-IA, juga ditemukan, menunjukkan adanya dewi lain yang menjadi pasangan Poseidon dan kemungkinan merupakan pendahulu Amfitrit. Lembaran tanah liat dari Pylos menceritakan persembahan benda-benda untuk "Poseidon dan Dua Ratu". Identifikasi paling jelas mengenai "Dua Ratu" adalah Demeter dan Persefon, atau para pendahulu mereka, dewi-dewi yang tidak dikaitkan dengan Poseidon pada periode-periode berikutnya.[4] Di Knossos, Myceneae, Poseidon dikenal sebagai "Pengguncang Bumi" (E-NE-SI-DA-O-NE),[5] sebuah kedudukan yang kuat mengingat gempa bumi adalah bencana alam yang menyebabkan keruntuhan Budaya Minoa. Sementara dalam budaya Myceneae yang sangat bergantung pada lautan, tidak ditemukan adanya hubungan antara Poseidon dan laut; Di antara dewa Olimpus, dewa yang berkuasa atas lautan ditentukan oleh undian[6][1] yang berarti dewa lebih dulu ada sebelum memperoleh suatu wilayah kekuasaan.
Nama Demeter dan Poseidon ada kaitannya di salah satu lembaran Pylos, mereka muncul sebagai PO-SE-DA-WO-NE dan DA, dengan julukan Enosikhthon, Seiskhthon and Ennosigaios, semuanya bermakna "pengguncang bumi" dan menunjukkan peran Poseidon sebagai penyebab gempa bumi.[7]

Poseidon selalu digambarkan sebagai seorang pria yang perkasa, berjenggot dan membawa trisula.[8] Satu pukulan dari trisulanya bisa membelah bumi. Poseidon kadang-kadang digambarkan bertubuh setengah ikan.[9] Dia mengendarai kereta yang ditarik oleh dua ekor hippokampos. Poseidon sering digambarkan bersama rombongannya yaitu Amfitrit, Triton, Nereid, lumba-lumba, Dioskuri, Palaemon, Pegasus, Bellerofontes, Thalassa, Ino, dan Galene.[10] Poseidon sering digambarkan dengan kerang laut atau hewan laut lainnya.[11] Dalam Theogonia karya Hesiod, Poseidon disebut sebagai "Yang Berambut Gelap". Seperti kebanyakan dewa laut, dia memiliki kemampuan untuk mengubah wujudnya, tetapi Poseidon tidak memiliki kekuatan meramal.[3] Figur Poseidon tidak mencirikan karakter keagungan seperti saudaranya, Zeus; tetapi lebih mencerminkan ciri khas lautan yang bisa berubah-ubah, kadang bergejolak dan kadang tenang.[12]
Hades



















Kelahiran dan Titanomakhia

Hades adalah anak dari Titan Kronus and Rhea. Dia memiliki tiga saudara perempuan yaitu Demeter, Hestia, dan Hera, dan dua saudara laki-laki: Zeus, putra termuda, dan Poseidon. Hades ditelan oleh Kronus ketika masih bayi. Setelah mereka dewasa, Zeus berhasil membuat ayahnya memuntahkan saudara-saudaranya dan kemudian melakukan perlawanan terhadap kekuasaan para Titan. Zeus bersama saudara dan sekutunya melakukan perang menghadapi para Titan dan disebut Titanomakhia.[14] Para Kiklops membuatkan senjata untuk para dewa. Zeus mendapat petir, Poseidon memperoleh trisula dan Hades mendapat Helm kegelapan. Pada malam sebelum pertempuran, Hades memakai helmnya dan menyelinap ke perkemahan para Titan. Hades yang tak terlihat kemudian menghancurkan senjata para Titan. Perang Titanomakhia berlangsung selama sepuluh tahun dan berakhir dengan kemenangan para dewa Olimpus. Setelah mengalahkan para Titan, Hades dan kedua saudaranya melakukan undian untuk menentukan tempat kekuasaan, Zeus berkuasa atas langit, Poseidon mendapat lautan dan Hades memperoleh dunia bawah.[15][16] Sedangkan bumi diatur oleh semua dewa[17][18]

Sebagai pemimpin dunia bawah

Meskipun Hades adalah salah satu dewa Olimpus, dia lebih sering menghabiskan waktunya di kerajaannya di alam kematian. Tetapi ketika terluka oleh Herakles, Hades pergi ke Olimpus.[19][20] Hades mengatur roh manusia di dunia bawah dengan dibantu oleh beberapa dewa dan makhluk yang tunduk padanya. Hades sangat melarang roh untuk keluar dari dunia bawah dan akan sangat marah bila ada yang berani mengambil roh dari dunia bawah.[21][22] Hades juga akan murka terhadap siapapun yang mencoba menghindari kematian, seperti misalnya Sisifos.
Selain Herakles, manusia yang mampu bertahan hidup setelah memasuki dunia bawah adalah Odiseus, Aineias, Orfeus, Theseus, Pirithous, dan Psikhe. Keadaan dunia bawah sangat mengerikan sehingga mereka tidak bahagia dengan apa yang mereka lihat di sana. Akhilles, yang ditemui Odiseus di dunia bawah, mengatakan bahwa keadaan di dunia bawah sangatlah buruk.[23]
Karena kepribadiannya yang gelap, Hades tidak disukai baik oleh manusia maupun dewa.[24] Hades ditakuti karena dia melambangkan kematian yang pasti datang dan tak terhindarkan.[25] Namun Hades adalah dewa yang memerintah dengan adil walaupun dia kejam dan tanpa belas kasihan. Hades bukanlah dewa kematian meskipun Hades memerintah dunia orang mati. Dewa kematian adalah Thanatos yang bertugas mengambil nyawa manusia.
Hades tidak tahu-menahu mengenai apa yang terjadi di atas tanah.[26] Bila ada orang yang memukulkan tangannya ke tanah dan berdoa pada Hades barulah Hades mendengarnya.[27] Dua ekor Kambing jantan dan betina berbulu hitam sering dipersembahkan untuknya. Darah dari korban persembahan tersebut diteteskan ke dalam lubang di tanah dan orang yang melakukan ritual harus memalingkan wajahnya.


Set

Konflik antara Horus dan Set

The myth of Set's conflict with Horus , Osiris , and Isis appears in many Egyptian sources, including the Pyramid Texts , the Coffin Texts , the Shabaka Stone , inscriptions on the walls of the temple of Horus at Edfu , and various papyrus sources. Mitos's konflik Set dengan Horus , Osiris , dan Isis muncul dalam sumber-sumber Mesir banyak, termasuk Teks Piramida , yang Teks Coffin , pada Batu Shabaka , tulisan di dinding kuil Horus di Edfu , dan berbagai papirus sumber. The Chester Beatty Papyrus No. 1 contains the legend known as The Contention of Horus and Set. Classical authors also recorded the story, notably Plutarch 's De Iside et Osiride . The Chester Beatty Papyrus No 1 berisi legenda yang dikenal sebagai The Contention dari Horus dan Set. Klasik penulis juga mencatat cerita, terutama Plutarch 's De Iside et Osiride.
These myths generally portray Osiris as a wise lord, king, and bringer of civilization, happily married to his sister, Isis. Mitos ini umumnya menggambarkan Osiris sebagai penguasa yang bijaksana, raja, dan pembawa peradaban, bahagia menikah dengan saudara perempuannya, Isis. Set was envious of his younger brother, and he killed and dismembered Osiris. Set iri adiknya, dan ia dibunuh dan dipotong-potong Osiris. Isis reassembled Osiris' corpse and another god (in some myths Thoth and in others Anubis ) embalmed him. Isis memasang kembali 'mayat Osiris dan dewa lainnya (dalam beberapa mitos Thoth dan orang lain Anubis ) dibalsem dia. As the archetypal mummy , Osiris reigned over the Afterworld as a king among deserving spirits of the dead. Sebagai tipikal mumi , Osiris memerintah selama Hedi Yunus sebagai raja di antara layak roh orang mati.
Osiris' son Horus was conceived by Isis with Osiris' corpse, or in some versions, only with pieces of his corpse. Osiris 'Horus anak dikandung oleh Isis dengan Osiris' mayat, atau dalam beberapa versi, hanya dengan potongan-potongan mayatnya. Horus naturally became the enemy of Set, and many myths describe their conflicts. Horus alami menjadi musuh Set, dan banyak mitos menggambarkan konflik mereka.
The myth incorporated moral lessons for relationships between fathers and sons, older and younger brothers, and husbands and wives. Mitos didirikan pelajaran moral untuk hubungan antara ayah dan anak, saudara yang lebih tua dan lebih muda, dan suami dan istri.
Set poked out Horus's left eye so Horus cut off Set's testicles, making him sometimes known as the god of infertility. Set menusuk keluar mata kiri begitu Horus Horus memotong buah pelir Set, membuatnya kadang-kadang dikenal sebagai dewa infertilitas.
It has also been suggested that the myth may reflect historical events. Ini juga telah menyarankan bahwa mitos mungkin mencerminkan peristiwa sejarah. According to the Shabaka Stone, Geb divided Egypt into two halves, giving Upper Egypt (the desert south) to Set and Lower Egypt (the region of the delta in the north) to Horus, in order to end their feud. Menurut Stone Shabaka, Geb Mesir dibagi menjadi dua bagian, memberikan Atas Mesir (bagian selatan gurun) untuk Set dan Mesir Hilir (daerah delta di utara) untuk Horus, untuk mengakhiri perseteruan mereka. However, according to the stone, in a later judgment Geb gave all Egypt to Horus. Namun, menurut batu, dalam penilaian nanti Geb memberikan semua Mesir untuk Horus. Interpreting this myth as a historical record would lead one to believe that Lower Egypt (Horus' land) conquered Upper Egypt (Set's land); but, in fact Upper Egypt conquered Lower Egypt. Menafsirkan mitos ini sebagai catatan sejarah akan membawa kita untuk percaya bahwa Mesir Hilir (tanah Horus ') menaklukkan Mesir Atas (tanah Set), tetapi, pada kenyataannya Mesir Atas menaklukkan Mesir Hilir. So the myth cannot be simply interpreted. Jadi mitos tidak dapat diartikan. Several theories exist to explain the discrepancy. Beberapa teori ada untuk menjelaskan perbedaan tersebut. For instance, since both Horus and Set were worshiped in Upper Egypt prior to unification, perhaps the myth reflects a struggle within Upper Egypt prior to unification, in which a Horus-worshiping group subjugated a Set-worshiping group. Sebagai contoh, karena keduanya Horus dan Set yang disembah di Mesir Atas sebelum unifikasi, mungkin mitos mencerminkan perjuangan dalam Mesir Atas sebelum unifikasi, di mana sekelompok ditundukkan menyembah Horus-kelompok Set-menyembah. What is known is that during the Second Dynasty , there was a period in which the King Peribsen 's name or Serekh — which had been surmounted by a Horus falcon in the First Dynasty — was for a time surmounted by a Set animal, suggesting some kind of religious struggle. Apa yang diketahui adalah bahwa selama Dinasti Kedua , ada periode dimana Raja Peribsen nama 's atau Serekh - yang telah diatasi oleh elang Horus dalam Dinasti Pertama - adalah untuk waktu yang diatasi oleh binatang Set, memberikan beberapa jenis perjuangan agama. It was ended at the end of the Dynasty by Khasekhemwy , who surmounted his Serekh with both a falcon of Horus and a Set animal, indicating some kind of compromise had been reached. Itu adalah berakhir pada akhir Dinasti oleh Khasekhemwy , yang diatasi Serekh dengan baik elang dari Horus dan hewan Set, menunjukkan beberapa jenis kompromi telah dicapai.
Regardless, once the two lands were united, Set and Horus were often shown together crowning the new pharaohs , as a symbol of their power over both Lower and Upper Egypt. Apapun, setelah dua tanah tersebut bersatu, Set dan Horus sering ditampilkan bersama mahkota yang baru firaun , sebagai simbol kekuasaan mereka atas baik Bawah dan Mesir Hulu. Queens of the 1st Dynasty bore the title "She Who Sees Horus and Set." Ratu dari Dinasti 1 menanggung judul "Dia Yang Melihat Horus dan Set." The Pyramid Texts present the pharaoh as a fusion of the two deities. Para Teks Piramida firaun hadir sebagai perpaduan dari dua dewa. Evidently, pharaohs believed that they balanced and reconciled competing cosmic principles. Jelas, fir'aun percaya bahwa mereka seimbang dan berdamai bersaing prinsip kosmik. Eventually the dual-god Horus-Set appeared, combining features of both deities (as was common in Egyptian theology, the most familiar example being Amun-Re). Akhirnya Horus dual-dewa-Mengatur muncul, menggabungkan fitur dari kedua dewa (seperti yang umum dalam teologi Mesir, contoh yang paling akrab menjadi Amun-Re).
Later Egyptians interpreted the myth of the conflict between Set and Osiris/Horus as an analogy for the struggle between the desert (represented by Set) and the fertilizing floods of the Nile (Osiris/Horus). Kemudian Mesir menafsirkan mitos konflik antara Set dan Osiris / Horus sebagai analogi bagi perjuangan antara gurun (diwakili oleh Set) dan pemupukan banjir dari Sungai Nil (Osiris / Horus).

Ra
 






Ra adalah universal-hampir menyembah raja para dewa dan semua ayah-ciptaan. A sun god, he was said to command the chariot that rode across the sky during the day. Seorang dewa matahari, dia berkata kepada perintah kereta yang naik di langit siang hari. A king, he was the patron of the pharaoh. Seorang raja, ia adalah pelindung firaun. Ra is the most central god of the Egyptian pantheon. Ra adalah dewa yang paling sentral dari dewa Mesir. Ra's position in the pantheon is unusual. Ra posisi di jajaran yang tidak biasa. He is the only god, apart from Osiris , who is definitely said to be not on the earth. Dia adalah satu-satunya tuhan, selain dari Osiris , yang pasti dikatakan tidak ada di bumi. Ra, it is said, is an aging god, still powerful, but too old to deal with his children any longer, so he has gone exclusively to the sky to watch over the world. Horus rules over the earth and the gods in his stead, demonstrating the divine right of kingship. Ra, dikatakan, merupakan dewa tua, masih kuat, tapi terlalu tua untuk menangani anak-anaknya lagi, jadi dia telah pergi secara eksklusif ke langit untuk mengawasi dunia. Horus berkuasa atas bumi dan para dewa menggantikan dia , menunjukkan hak kerajaan ilahi.

Isis














Isis atau Aset (Yunani KunoἾσις) adalah dewi pada kepercayaan Mesir Kuno. Ia dipuja sebagai ibu dan istri yang ideal, dan juga sebagai ibu dari alam dan sihir. Isis merupakan sahabat bagi budak, pendosa, tukang, dan orang yang tertekan. Ia juga mendengarkan doa-doa orang kaya, aristokrat, dan penguasa.[1] Isis merupakan dewi keibuan, sihir, dan kesuburan.
Dewi Isis (ibu dari Horus) adalah putri pertama Geb, dewa Bumi, dan Nut, dewi langit.

Thor
















Menurut Mitologi Nordik, Thor adalah Dewa yang memiliki kekuatan hebat. Ia selalu berseteru dengan para Jotun sehingga bertarung dengan mereka. Thor merupakan salah satu Dewa Norwegia yang memiliki kekuatan besar. Dengan kekuatannya, ia berusaha melindungi Asgard dan Midgard. Ia juga dikenal sebagai Dewa petir.Ayah Thor adalah Dewa Odin dengan ibunya seorang raksasa wanita bernama Jord. Istrinya bernama Sif, yang menurut mitologi memiliki rambut emas yang dibuat oleh Dwarf untuknya karena Loki telah memotong rambutnya. Dari hubungannya dengan Járnsaxa, seorang Jotun wanita, ia memiliki dua putera bernama Magdi dan Modi. Dengan Sif, ia memiliki seorang puteri bernama Thrud.

Odin
















Odin (diucapkan / oʊdɨn / dari Old Norse Óðinn) adalah besar dewa di mitologi Norse dan penguasa Asgard . Homologous with the Anglo-Saxon Ƿōden and the Old High German Wotan , the name is descended from Proto-Germanic * Wōđinaz or *Wōđanaz . Homolog dengan Anglo-Saxon Ƿ Oden dan Jerman Kuno Wotan , nama ini diturunkan dari Proto-Jermanik * Wōđinaz atau * Wōđanaz. "Odin" is generally accepted as the modern English form of the name, although, in some cases, older forms may be used or preferred. "Odin" secara umum diterima sebagai bentuk bahasa Inggris modern dari nama, meskipun dalam beberapa kasus, bentuk-bentuk yang lebih tua dapat digunakan atau disukai. His name is related to ōðr , meaning "fury, excitation," besides "mind," or "poetry." Namanya adalah terkait dengan ōðr , yang berarti "marah, eksitasi," selain "pikiran," atau "puisi." His role, like that of many of the Norse gods, is complex. Perannya, seperti yang banyak para dewa Norse, adalah kompleks. Odin is a principal member of the Æsir (Norse Pantheon) and is associated with wisdom , war , battle and death, and also magic , poetry , prophecy , victory, and the hunt. Odin adalah anggota utama dari Æsir (Norse Pantheon) dan berhubungan dengan kebijaksanaan , perang pertempuran, dan kematian, dan juga sihir , puisi , nubuat , kemenangan, dan berburu.

Loki














Loki/ Loke (Loki Laufeyjarson) adalah seorang dewa, keturunan Jotun yang suka mangacau dan memberi tipu muslihat, putera raksasa Fárbauti dan Laufey, dan saudara angkat Odin. Ia dijuluki sebagai “Si pencari masalah”. Ia dengan leluasa berbaur dengan para Dewa, sebelum diangkat menjadi saudara Odin. Menurut mitologi, Loki bukan seorang Dewa. Dia tidak dianggap termasuk golongan Æsir ataupun golongan Vanir, karena ia berasal dari golongan Jotun. Namun karena dia memiliki kedekatan dengan Odin, maka dia dianggap golongan Æsir.
Loki adalah Dewa cerdik yang memperdaya Hodhr, saudara Balder yang buta untuk membunuh Balder.